<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Reni dan cita-citanya</title>
	<atom:link href="http://reni72.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://reni72.wordpress.com</link>
	<description>biarkan hidup ini mengalir apa adanya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 May 2011 03:38:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='reni72.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Reni dan cita-citanya</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://reni72.wordpress.com/osd.xml" title="Reni dan cita-citanya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://reni72.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan menunggu</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2011/05/24/jangan-menunggu/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2011/05/24/jangan-menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 03:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[JANGAN MENUNGGU 1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia. 2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya. 3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi. 4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=31&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reni72.files.wordpress.com/2011/05/mi-kocok.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-32" title="mi kocok" src="http://reni72.files.wordpress.com/2011/05/mi-kocok.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">JANGAN MENUNGGU</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan&#8230; 5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah, bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:Arial,sans-serif;">12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=31&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2011/05/24/jangan-menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reni72.files.wordpress.com/2011/05/mi-kocok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mi kocok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan kata kata mutiara</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2011/05/19/kumpulan-kata-kata-mutiara/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2011/05/19/kumpulan-kata-kata-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 May 2011 06:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[KATA-KATA BIJAK KEHIDUPAN &#124; KATA BIJAK PARA TOKOH Contoh yang baik adalah nasehat terbaik. ~ Fuller Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. ~ John Gardne Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=28&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>KATA-KATA BIJAK KEHIDUPAN | KATA BIJAK PARA TOKOH</h3>
<p>Contoh yang baik adalah nasehat terbaik. ~ Fuller</p>
<p>Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. ~ John Gardne</p>
<p>Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. ~ Bung Karno</p>
<p>Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. ~ Mary McCarthy</p>
<p>Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingan- kepentingan yang lebih besar. ~ La Roucefoucauld</p>
<p>Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. ~ Benjamin Franklin</p>
<p>Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. ~ Cicero</p>
<p>Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. ~ Dale Carnegie</p>
<p>Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. ~ George Downing</p>
<p>Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. ~ Sydney Harris</p>
<p>Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. ~ William Feather</p>
<p>Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. ~ Robert Hall</p>
<p>Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. ~ Martin Vanbee</p>
<p>Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. ~ Ernest Newman</p>
<p>Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. ~ Aldus Huxley</p>
<p>Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. ~ Schopenhauer</p>
<p>Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. ~ Andrew Jackson</p>
<p>Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. ~ Evelyn Underhill</p>
<p>Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. ~ Johan Wolfgang Goethe</p>
<p>Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. ~ Sir Francis Bacon</p>
<p>Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. ~ Jalinus At Thabib</p>
<p>Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putus-nya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. ~ Marcus Aurelius</p>
<p>Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain. ~ Thomas Hardy</p>
<p>Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. ~ Benjamin Franklin</p>
<p>Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. ~ Lao Tse</p>
<p>Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. ~ Joseph Addison</p>
<p>Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. ~ William Wordsworth</p>
<p>Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. ~ Kahlil Gibran</p>
<p>Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. ~ Alexander Pope</p>
<p>Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. ~ Heather Pryor</p>
<p>Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. ~ Thomas Alva Edison</p>
<p>Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. ~ Muhammad Ali</p>
<p>Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. ~ Confusius</p>
<p>Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. ~ Mahatma Gandhi</p>
<p>Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. ~ Bediuzzaman Said Nursi</p>
<p>Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. ~ Bediuzzaman Said Nursi</p>
<p>Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. ~ Bediuzzaman Said Nursi</p>
<p>Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. ~ Bediuzzaman Said Nursi</p>
<p>Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. ~ Bediuzzaman Said Nursi</p>
<p>Pengetahuan tidaklah cukup, maka kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, maka kita harus melakukannya. ~ Johann Wolfgang von Goethe</p>
<p>Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. ~ Johann Wolfgang von Goethe</p>
<p>Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. ~ Johann Wolfgang von Goethe</p>
<p>Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. ~ Einstein</p>
<p>Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. ~ Einstein</p>
<p>Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya – hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. ~ Einstein</p>
<p>Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya : langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. ~ Einstein</p>
<p>Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. ~ Einstein</p>
<p>Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. ~ Einstein</p>
<p>Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. ~ Einstein</p>
<p>**Dari berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=28&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2011/05/19/kumpulan-kata-kata-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takdir</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2010/01/11/takdir/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2010/01/11/takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 05:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang menyalahkan takdir atau nasib ketika sedang mengalami kesusahan, atau mengalami sesuatu yang tidak diinginkan, tidak lulus ujian dianggap sudah takdir, gagal membina rumah tangga dianggap sudah takdir, jadi orang miskin karena sudah takdir, kena musibah sudah takdir, jadi pemalas sudah takdir, jadi orang jahat sudah takdir, jadi orang sukses sudah takdir, jadi orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=24&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang menyalahkan takdir atau nasib ketika sedang mengalami kesusahan, atau mengalami sesuatu yang tidak diinginkan, tidak lulus ujian dianggap sudah takdir, gagal membina rumah tangga dianggap sudah takdir, jadi orang miskin karena sudah takdir, kena musibah sudah takdir, jadi pemalas sudah takdir, jadi orang jahat sudah takdir, jadi orang sukses sudah takdir, jadi orang gagal dianggap sudah takdir, jadi calon penghuni sorga sudah takdir, jadi calon penghuni neraka dianggap sudah takdir, seakan-akan semua nasib yang menimpa manusia dianggap karena takdir, sepertinya hidup itu tidak ditentukan oleh yang menjalani, rasanya seperti diatur oleh kekuatan luar biasa yang berada di luar dirinya, dan di luar batas kemampuannya.<br />
Namun hal ini masih bisa dimaklumi jika memang sesuatu yang tidak mampu dilakukan, atau sesuatu yang hanya bisa diterima apa adanya itu murni dari Tuhan, seperti jika makhluk hidup (termasuk di dalamnya manusia) ingin hidup, maka harus bisa bernafas, kalau tidak bernafas, maka dia tidak bisa hidup, akan tetapi akan lain halnya jika sesuatu yang tidak bisa dilakukan dirinya murni karena keterbatasan yang dia buat sendiri, atau orang lain yang berada di luar dirinya, dan bukan ketentuan Tuhan, contohnya, orang gagal studi karena malas atau karena punya tuntutan lain yang harus lebih diprioritaskan daripada studi, ini bukan takdir sebagaimana yang kita pahami selama ini, ini sebuah kemestian yang alami, sebuah akibat yang tidak akan berhasil jika sebabnya tidak dilaksanakan, yaitu, jika ingin sukses studi maka harus belajar, kalau tidak belajar ya harus gagal studi, gagal studi di sini bukan berarti tidak mendapat ijazah, tapi gagal studi tidak mendapatkan ilmu, karena kalau patokannya ijazah, orang bodoh saja, tapi berduit atau punya orang dalam bisa membeli ijazah (maaf ini khusus di Negara kita kayaknya..hehe. .).<br />
Sekarang, kita perlu tahu apa sebenarnya yang dimaksud takdir Tuhan atau nasib? Takdir Tuhan menurut pendapat saya adalah perkiraan, karena dalam bahasa Arab sendiri, takdir diartikan perkiraan, saya mengira begini, saya mengira akan terjadi seperti ini, saya menimbang ini sekian, saya menaksir sekian, menurut saya hasilnya akan begini, saya mengira-ngira, semua ini masuk dalam arti takdir. Sedangkan qadha&#8217; artinya ketentuan atau keputusan, biasanya qadha&#8217; dan qadar (yang aslinya takdir) saling bergandengan, jadi runutannya, setelah saya menimbang-nimbang, setelah saya mengira-ngira, maka saya memutuskan seperti ini, maka saya menentukan begini, nah di negara kita, Qadha itu berarti takdir atau nasib.<br />
Selama ini ada kekeliruan sebagian orang dalam memahami takdir Tuhan atau nasib, mereka menganggap bahwa takdir Tuhan itu sebuah kemestian yang harus terjadi dan sifatnya memaksa, mereka mengira bahwa takdir Tuhan telah tertulis dalam catatan hidup mereka sendiri, dan mau tidak mau harus terjadi seperti itu, mereka mengira, ketika Tuhan sudah menakdirkan seseorang jahat, maka orang itu harus pasrah dengan takdir tersebut, karena menurut mereka hal itu sudah ketentuan Tuhan, dan tidak bisa dirubah lagi, mau baik seperti apapun, kalau sudah dicatat tidak baik, maka hasilnya akan tidak baik juga, jika pemahaman takdir sesempit ini, maka kesimpulannya Tuhan tidak adil, karena Tuhan telah semena-mena menentukan nasib seseorang, benarkah pemahaman takdir memang demikian?<br />
Jawabannya tidak benar, mengapa? Karena kalau pemahaman seperti ini benar, maka buat apa manusia disuruh berdoa dan berusaha? Tentu akan sia-sia, karena takdirnya atau nasibnya sudah diputuskan.. Jadi yang benar bagaimana? Biar lebih mudah, saya akan mengiaskan dulu dengan kejadian sehari-hari kita, seorang guru yang benar-benar tahu kemampuan dan usaha anak didiknya dalam belajar, akan bisa mengira-ngira hasil akhir ujian anak-anak didiknya tersebut, walaupun ujiannya masih belum dilaksanakan, seorang guru bisa menentukan, &#8220;Anak ini akan lulus ketika ujian nanti&#8221;, karena sang guru tahu anak tersebut memang pandai dan rajin, seorang guru juga bisa mengatakan, &#8220;Anak ini tidak akan lulus ketika ujian nanti&#8221;, karena sang guru tahu anak ini di samping tidak pandai masih tidak rajin pula. Apakah perkiraan (takdir) dan ketentuan (nasib) seperti sebuah keputusan yang semena-mena? Jawabannya tidak, karena guru bukan memutuskan terlebih dahulu, tapi sang guru mengetahui keadaannya terlebih dahulu, kemudian mengira-ngira, setelah itu baru menentukan. Takdir Tuhan juga demikian, Tuhan menakdirkan atau menentukan nasib seseorang berdasarkan ilmu-Nya, Tuhan menentukan orang ini akan menjadi jahat, karena dengan ilmu-Nya Tuhan tahu bahwa orang ini memang ada gelegat jadi orang jahat.<br />
Maka, jika sistem penentuan takdir atau nasib seseorang memang demikian, hal ini tidak bertentangan dengan perintah berdoa dan berusaha yang Tuhan perintahkan. Jadi, kesimpulannya, doa dan usaha seseorang bisa merubah takdir atau nasibnya. Di sinilah letak kebenaran ayat Al-Qur&#8217;an yang artinya: sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka merubah nasibnya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=24&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2010/01/11/takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gurita Cikeas</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2010/01/08/gurita-cikeas/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2010/01/08/gurita-cikeas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 09:21:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Membongkar Gurita Cikeas, di balik skandal Bank Century “apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desasdesus, rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=21&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://reni72.files.wordpress.com/2010/01/george-1-dlm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-22" title="george-1.dlm" src="http://reni72.files.wordpress.com/2010/01/george-1-dlm.jpg?w=285&#038;h=285" alt="" width="285" height="285" /></a></p>
<p><strong>Membongkar Gurita Cikeas,</strong><br />
<em>di balik skandal Bank Century</em><br />
<em>“apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desasdesus, rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan.…. sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?”</em><br />
Begitulah sekelumit pertanyaan Presiden Soesilo Bambang<br />
Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya hari Senin malam, 23 November 2009,<br />
menanggapi rekomendasi Tim 8 yang telah dibentuk oleh Presiden<br />
sendiri, untuk mengatasi krisis kepercayaan yang meledak di tanah air,<br />
setelah dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) – Bibit<br />
S. Ryanto dan Chandra M. Hamzah – ditetapkan sebagai tersangka kasus<br />
pencekalan dan penyalahgunaan wewenang, hari Selasa, 15 September,<br />
dan ditahan oleh Mabes Polri, hari Kamis, 29 Oktober 2009.<br />
Barangkali, tanpa disadari oleh SBY sendiri, pernyataannya yang<br />
begitu defensif dalam menangkal adanya kaitan antara konflik KPK versus<br />
Polri dengan skandal Bank Century, bagaikan membuka kotak Pandora<br />
yang sebelumnya agak tertutup oleh drama yang dalam bahasa awam<br />
menjadi populer dengan julukan drama cicak melawan buaya. Memang,<br />
drama itu, yang begitu menyedot perhatian publik kepada tokoh Anggodo<br />
Widjojo, yang dijuluki “calon Kapolri” atau “Kapolri baru”, cukup sukses<br />
mengalihkan perhatian publik dari skandal Bank Century, bank gagal yang<br />
mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 trilyun dari Lembaga Penjamin<br />
Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1,3 trilyun yang disetujui DPR‐RI.<br />
Selain merupakan tabir asap alias pengalih isu, penahanan Bibit<br />
Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah oleh Mabes Polri dapat<br />
ditafsirkan sebagai usaha mencegah KPK membongkar skandal Bank<br />
Century itu, bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).<br />
Soalnya, investigasi kasus Bank Century itu sudah didorong oleh Bibit<br />
Samad Riyanto, yang waktu itu masih aktif sebagai Wakil Ketua Bidang<br />
Investigasi KPK (Batam Pos, 31 Agust 2009). Sedangkan BPK juga sedang<br />
meneliti pengikutsertaan dana publik di bank itu, atas permintaan DPR‐RI<br />
pra‐Pemilu 2009.<br />
Dari berbagai pemberitaan di media massa dan internet, nama dua<br />
orang nasabah terbesar Bank Century telah muncul ke permukaan, yakni<br />
Hartati Mudaya, pemimpin kelompok CCM (Central Cipta Mudaya) dan<br />
Boedi Sampoerna, salah seorang penerus keluarga Sampoerna, yang<br />
menyimpan trilyunan rupiah di bank itu sejak 1998. Sebelum Bank Century<br />
diambilalih oleh LPS, Boedi Sampoerna, seorang cucu pendiri pabrik rokok<br />
PT HM Sampoerna, Liem Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp<br />
Rp 1.895 milyar di bulan November 2008, sedangkan simpanan Hartati<br />
Murdaya sekitar Rp 321 milyar. Keduanya sama‐sama penyumbang<br />
logistik SBY dalam Pemilu lalu. Beberapa depositan kelas kakap lainnya<br />
adalah PTPN Jambi, Jamsostek, dan PT Sinar Mas. Boedi Sampoerna<br />
sendiri, masih sempat menyelamatkan sebagian depositonya senilai US$ 18<br />
juta, berkat bantuan surat‐surat rekomendasi Kepala Badan Reserse dan<br />
Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri waktu itu, Komjen (Pol) Susno Duadji,<br />
tanggal 7 dan 17 April 2009 (Rusly 2009: 48; Haque 2009; Inilah.com, 25<br />
Febr. 2009; Antara News, 10 Ag. 2009; Vivanews.com, 14 Sept. 2009; Forum<br />
Keadilan, 29 Nov. 2009: 14).</p>
<p>Apa relevansi informasi ini dengan keluarga Cikeas? Boedi<br />
Sampoerna ditengarai menjadi “salah seorang penyokong SBY, termasuk<br />
dengan menerbitkan sebuah koran” (Rusly 2009: 48). Ada juga yang<br />
mengatakan” Sampoerna sejak beberapa tahun lalu mendanai penerbitan<br />
salah satu koran nasional (Jurnas/Jurnal Nasional) yang menjadi corong<br />
politik Partai SBY” (Haque 2009).<br />
Dugaan itu tidak 100% salah, tapi kurang akurat. Untuk itu, kita<br />
harus mengenal figur‐figur keluarga Sampoerna yang memutar roda<br />
ekonomi keluarga itu, setelah penjualan 97% saham PT HM Sampoerna<br />
kepada maskapai transnasional AS, Altria Group, pemilik pabrik rokok AS,<br />
Philip Morris, di tahun 2005, seharga sekitar US$ 2 milyar atau Rp 18,5<br />
trilyun. Liem Seng Tee, yang mendirikan pabrik rokok itu di tahun 1963<br />
bersama istrinya, Tjiang Nio, mewariskan perusahaan itu kepada anaknya,<br />
Aga Sampoerna (Liem Swie Ling), yang lahir di Surabaya tahun 1915. Aga<br />
Sampoerna kemudian menyerahkan perusahaan itu kepada dua orang<br />
anaknya, Boedi Sampoerna, yang lahir di Surabaya, tahun 1937, serta<br />
adiknya, Putera Sampoerna, yang lahir di Amsterdam, 13 Oktober 1947<br />
(PDBI 1997: A‐789 – A‐796; Warta Ekonomi, 18‐31 Mei 2009: 43, 49).<br />
Sesudah menjual pabrik rokoknya kepada Philip Morris, Putera<br />
menyerahkan pengelolaan perusahaan pada anak bungsunya, Michael<br />
Joseph Sampoerna, yang telah mengembangkan holding company keluarga<br />
yang baru, Sampoerna Strategic, ke berbagai bidang dan negara. Misalnya,<br />
membeli 20% saham perusahaan asuransi Israel, Harel Investment Ltd dan<br />
saham dalam kasino di London, dan berencana membuka sejuta hektar<br />
kelapa sawit di Sulawesi, berkongsi dengan kelompok Bosowa milik Aksa<br />
Mahmud, ipar Jusuf Kalla (Investor, 21 Ag.‐3 Sept. 2002: 19; Prospektif, 1<br />
April 2005: 48; Globe Asia, Ag. 2008: 52‐53, Ag. 2009: 100‐101).<br />
Namun ada seorang kerabat Boedi dan Putera Sampoerna, yang<br />
tidak pernah memakai nama keluarga mereka. Namanya Sunaryo, seorang<br />
kolektor lukisan yang kaya raya, yang mengurusi pabrik kertas Esa Kertas<br />
milik keluarga Sampoerna di Singapura yang hampir bangkrut, dan<br />
sedang bermasalah dengan Bank Danamon. Menurut sumber‐sumber<br />
penulis, sejak pertama terbit tahun 2006, Sunaryo mengalirkan dana Grup<br />
Sampoerna ke PT Media Nusa Perdana, penerbit harian Jurnal Nasional di<br />
Jakarta.<br />
Perusahaan itu kini telah berkembang menjadi kelompok media<br />
cetak yang cukup besar, dengan harian Jurnal Bogor, harian Jurnal Bogor,<br />
majalah bulanan Arti, dan majalah dwimingguan Eksplo. Boleh jadi, dwimingguan<br />
ini merupakan sumber penghasilan utama perusahaan<br />
penerbitan ini, karena penuh iklan dari maskapai‐maskapai migas dan<br />
alat‐alat berat penunjang eksplorasi migas dan mineral.<br />
Secara tidak langsung, dwi‐mingguan Explo dapat dijadikan<br />
indikator, sikap Partai Demokrat – dan barangkali juga, Ketua Dewan<br />
Pembinanya – terhadap kebijakan‐kebijakan negara di bidang ESDM.<br />
Misalnya dalam pendirian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), yang<br />
tampaknya sangat dianjurkan oleh Redaksi Explo (lihat tulisan Noor<br />
Cholis, “PLTN Muria dan Hantu Chernobyl”, dalam Explo, 16‐31 Oktober<br />
2008, hal. 106, serta berita tentang PLTN Iran yang siap beroperasi,<br />
September lalu dalam Explo, 1‐15 April 2009, hal. 79).<br />
Pemimpin Umum harian Jurnas berturut‐turut dipegang oleh Asto<br />
Subroto (2006‐2007), Sonny (hanya beberapa bulan), dan N. Syamsuddin<br />
Ch. Haesy (2007 sampai sekarang). Kedua pemimpin umum pertama<br />
bergelar Doktor dari IPB, dan termasuk pendiri Brighton Institute bersama<br />
SBY.<br />
Selama tiga tahun pertama, ada dua orang fungsionaris PT Media<br />
Nusa Perdana yang diangkat oleh kelompok Sampoerna, yakni Ting<br />
Ananta Setiawan, sebagai Pemimpin Perusahaan, dan Rainerius Taufik<br />
sebagai Senior Finance Manager atau Manajer Utama Bisnis. Dalam Surat<br />
Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar PT Media Nusa Perdana, yang<br />
dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI<br />
Jakartam 5 Maret 2007, namanya tercantum sebagai Direktur merangkap<br />
pemilik dan penanggungjawab.<br />
Sementara itu, kesan bahwa perusahaan media ini terkait erat<br />
dengan Partai Demokrat tidak dapat dihindarkan, dengan duduknya<br />
Ramadhan Pohan, Ketua Bidang Pusat Informasi BAPPILU Partai<br />
Demokrat sebagai Pemimpin Redaksi harian Jurnal Nasional dan majalah<br />
Arti, serta Wakil Ketua Dewan Redaksi di majalah Eksplo.<br />
Sebelum menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Jurnas, Ramadhan<br />
Pohon merangkap sebagai Direktur Opini Publik &amp; Studi Partai Politik<br />
Blora Center, think tank Partai Demokrat yang mengantar SBY ke kursi<br />
presidennya yang pertama. Barangkali ini sebabnya, kalangan pengamat<br />
politik di Jakarta mencurigai bahwa dana kelompok Sampoerna juga<br />
mengalir ke Blora Center. Soalnya, sebelum Jurnas terbit, Blora Center<br />
menerbitkan tabloid dwi‐mingguan Kabinet, yang menyoroti kinerja<br />
anggota‐anggota Kabinet Indonesia Bersatu. Sementara itu, Ramadhan<br />
Pohan baru saja terpilih menjadi anggota DPR‐RI dari Fraksi Demokrat,<br />
mewakili Dapil VII Jawa Timur (Jurnalnet.com, 25 Febr. 2005; Fajar, 21 Juni<br />
2005; ramadhanpohan.com, 14 Okt. 2009).<br />
Kembali ke kelompok Jurnas dan hubungannya dengan Grup<br />
Sampoerna, di tahun 2008, Ting Ananta Setiawan mengundurkan diri dari<br />
jabatan Pemimpin Perusahaan, yang kini dirangkap oleh Pemimpin<br />
Umum, N. Syamsuddin Haesy. Namun nama Ananta Setiawan tetap<br />
tercantum sebagai Pemimpin Perusahaan, sebagai konsekuensi dari SIUP<br />
PT Media Nusa Perdana. Mundurnya Ananta Setiawan secara de facto<br />
terjadi seiring dengan mengecilnya saham Sampoerna dalam perusahaan<br />
media itu, dan meningkatnya peranan Gatot Murdiantoro Suwondo<br />
sebagai pengawas keuangan perusahaan itu. Isteri Dirut BNI ini,<br />
dikabarkan masih kerabat Ny. Ani Yudhoyono (McBeth 2007).<br />
Berapa besar dana yang telah disuntikkan Grup Sampoerna ke<br />
kelompok Jurnas? Menurut SIUP PT Media Nusa Perdana yang<br />
diterbitkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta, 5<br />
Maret 2007, nilai modal dan kekayaan bersih perusahaan itu sebesar Rp 3<br />
milyar. Namun jumlah itu, hanya cukup untuk sebulan menerbitkan<br />
harian Jurnal Nasional, yang biaya cetak, gaji, dan biaya‐biaya lainnya<br />
kurang lebih Rp 2 milyar sebulan. Berarti biaya penerbitan tahun pertama<br />
(2006), sekitar Rp 24 milyar. Tahun kedua (2007), turun menjadi sekitar Rp<br />
20 milyar, setelah koran dan majalah‐majalah terbitan PT Media Nusa<br />
Perdana mulai menarik langganan dan iklan. Tahun ketiga (2008), sekitar<br />
Rp 18 milyar, dan tahun keempat (2009) sekitar Rp 15 milyar.<br />
Berarti kelompok media cetak ini telah menyedot modal sekitar Rp<br />
90 milyar, mengingat Jurnal Bogor menyewa kantor sendiri di Bogor, dan<br />
punya rencana untuk berdiri sendiri, dengan perusahaan penerbitan<br />
sendiri. Selain biaya cetak yang tinggi untuk seluruh Grup Jurnas, pos gaji<br />
wartawan kelompok media ini tergolong cukup tinggi. Gaji pertama<br />
wartawan Jurnas tahun 2006 mencapai Rp 2,5 juta sebulan, tiga kali lipat<br />
gaji wartawan baru Jawa Pos Group.<br />
Kecurigaan masyarakat bahwa keluarga Sampoerna tidak hanya<br />
menanam modal di kelompok media Jurnal Nasional, tapi juga di simpulsimpul<br />
kampanye Partai Demokrat yang lain, yang juga disalurkan lewat<br />
Bank Century, bukan tidak berdasar. Soalnya, Laporan Keuangan PT Bank<br />
Century Tbk Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal‐Tanggal 30 Juni 2009<br />
dan 2008 menunjukkan bahwa ada penarikan simpanan fihak ketiga<br />
sebesar Rp 5,7 trilyun.<br />
Selain itu, Ringkasan Eksekutif Laporan Hasil Investigasi BPK atas Kasus<br />
PT Bank Century Tbk tertanggal 20 November 2009 menunjukkan bahwa<br />
Bank Century telah mengalami kerugian karena mengganti deposito milik<br />
Boedi Sampoerna yang dipinjamkan atau digelapkan oleh Robert Tantular<br />
dan Dewi Tantular sebesar US$ 18 juta – atau sekitar Rp 150 milyar ‐‐<br />
dengan dana yang berasal dari Penempatan Modal Sementara LPS.<br />
PEMANFAATAN PSO LKBN ANTARA UNTUK BRAVO MEDIA<br />
CENTER:<br />
Kemudian, sudah ada preseden bahwa dana publik dialihkan untuk<br />
biaya kampanye Partai Demokrat dan calon presidennya. Hal ini timbul, di<br />
mana ada perangkapan jabatan antara kader Partai Demokrat, khususnya<br />
yang duduk di dalam berbagai tim sukses, dengan jabatan komisaris atau<br />
fungsionaris badan‐badan usaha milik negara (BUMN) tertentu. Misalnya<br />
dalam kasus Rully Ch. Iswahyudi yang selain menjadi Direktur Komersial<br />
&amp; IT Perum LKBN Antara, juga ikut mengelola Bravo Media Center.<br />
Mantan direktur Blora Center dalam Pemilu 2004 dan mantan Wakil<br />
Pemimpin Umum Harian Jurnal Nasional itu masih tercantum namanya<br />
sebagai Staf Khusus Bappilu Partai Demokrat, menurut situs resmi Partai<br />
Demokrat, 10 Juli 2009. Juga, sampai dengan 1 April lalu, namanya masih<br />
tercantum sebagai Direktur Media Center Barindo (Barisan Indonesia)<br />
(Gatra, 1 April 2009: 17). Padahal Barindo, yang ditokohi oleh Akbar<br />
Tanjung, adalah salah satu jejaring militan pendukung SBY (lihat Lampiran<br />
I).<br />
Lalu, adalah kontribusi finansial Rully bagi kampanye Capres dan<br />
Cawapres SBY‐Boediono? Ada. Bersama CEO LKBN Antara, Dr. Akhmad<br />
Muchlis Jusuf, separuh dari dana PSO (Public Service Obligation) LKBN<br />
Antara yang berjumlah Rp. 40,6 milyar ke Bravo Media Center, salah satu<br />
tim kampanye SBY‐Boediono.<br />
PSO untuk LKBN Antara itu merupakan bagian dari alokasi PSO<br />
untuk empat BUMN – PELNI, PT Kereta Api Indonesia (KAI), LKBN<br />
Antara, dan PT Pos – sebesar Rp 1,7 trilyun yang disetujui oleh DPR‐RI,<br />
akhir 2008. Pengalihan separuh dana PSO LKBN Antara untuk Bravo<br />
Media Center ini menimbulkan ketegangan di dalam kantor berita itu.<br />
Barangkali, karena rasa tanggungjawab yang besar, serta susahnya mencari<br />
pekerjaan, tidak ada karyawan LKBN Antara yang keluar, namun<br />
informasi ini sudah sempat merembes ke luar.<br />
Nah, kalau pengalihan sebagian uang rakyat untuk ‘dana siluman’<br />
kampanye SBY‐Boediono – karena tidak dilaporkan ke KPU ‐‐, bagaimana<br />
dengan uang rakyat yang dititipkan pada Badan‐Badan Usaha Milik<br />
Negara yang lain, di mana pejabatnya juga menjadi anggota tim sukses<br />
SBY‐Boediono? Baik yang terdaftar, maupun yang tidak terdaftar?<br />
= Bagaimana dengan dana PSO yang dialokasikan untuk PT KAI, yang<br />
komisarisnya, Yahya Ombara, juga menjadi anggota tim sukses SBYBoediono,<br />
sebelum ditarik, 10 Juni lalu?<br />
= Bagaimana dengan dana PSO yang dialokasikan untuk PT Pos, yang<br />
komisarisnya, Andi Arief, menjadi anggota Jaringan Nusantara?<br />
= Bagaimana dengan transparansi dana BUMN lain, yang komisarisnya<br />
juga anggota Jaringan Nusantara, seperti Aam Sapulete (PTPN VII,<br />
Lampung), Herry Sebayang (PTPN III, Sumut), dan Syahganda<br />
Nainggolan (PT PELINDO, yang mengelola pelabuhan Tanjung Priok,<br />
termasuk pelabuhan peti kemasnya)?<br />
Pengalihan dana melalui Bank Century, LKBN Antara, atau<br />
korporasi‐korporasi lain, terdorong oleh gencarnya usaha SBY serta para<br />
pendukungnya, untuk memastikan pemilihannya kembali untuk masa<br />
jabatan kepresidenan yang kedua dan terakhir, sehingga terbukti jumlah<br />
pemilih Partai Demokrat telah melonjak hampir tiga kali lipat dari 7 %<br />
dalam Pemilu legislatif tahun 2004 menjadi sekitar 20% dalam Pemilu<br />
legislatif 2009</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. <em>Hanya sebagian saja</em>&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=21&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2010/01/08/gurita-cikeas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reni72.files.wordpress.com/2010/01/george-1-dlm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">george-1.dlm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suling Emas (Kho Ping Hoo)</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/suling-emas-kho-ping-hoo/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/suling-emas-kho-ping-hoo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 08:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Kwee Seng Kwee Seng adalah guru Kam Bu Song. Berbudi dan anti terhadap kebatilan. Sastrawan gagal ini pernah mendapat petunjuk dari Bu Kek Sian Su sehingga dia menjadi pendekar sakti yang dijuluki Kim Mo Eng (Pendekar Setan Berhati Emas). Ketua Beng-kauw Pat-jiu Sin-ong Liu Gan pernah menjodohkan dia dengan anaknya, namun ditolak mentah-mentah oleh Liu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=19&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Kwee Seng</h3>
<p><strong>Kwee Seng</strong> adalah guru <a title="Kam Bu Song" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kam_Bu_Song">Kam Bu Song</a>. Berbudi dan anti terhadap kebatilan. Sastrawan gagal ini pernah mendapat petunjuk dari <a title="Bu Kek Sian Su" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bu_Kek_Sian_Su">Bu Kek Sian Su</a> sehingga dia menjadi pendekar sakti yang dijuluki <strong>Kim Mo Eng (Pendekar Setan Berhati Emas)</strong>. Ketua Beng-kauw Pat-jiu Sin-ong <a title="Liu Gan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Gan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Gan</a> pernah menjodohkan dia dengan anaknya, namun ditolak mentah-mentah oleh <a title="Liu Lu Sian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Lu_Sian&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Lu Sian</a> yang membuatnya patah hati. Pada suatu peristiwa, Kwee Seng terjatuh ke jurang lalu tiba di suatu tempat bernama Neraka Bumi. Di sana, ia memperdalam ilmu silat didampingi &#8220;istrinya&#8221; yaitu Nenek Neraka Bumi (putri kerajaan Tang yang bernama <a title="Khu Gin Lin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Khu_Gin_Lin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Khu Gin Lin</a>). Sekeluarnya dari sana dia menyebut dirinya sendiri sebagai <strong>Kim-mo Taisu (Guru Besar Iblis Emas)</strong>. Mempunyai seorang putri bernama Kwee Eng (Eng Eng). Meninggal terluka dalam akibat pengeroyokan beberapa tokoh sesat, diakui sebagai patriot karena membela negara melawan Khitan. Karakter ini adalah tokoh utama dalam episode <a title="Suling Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suling_Emas">Suling Emas</a>. (Kemunculan: SULING EMAS)</p>
<p><a id="Liu_Lu_Sian" name="Liu_Lu_Sian"></a></p>
<h3>Liu Lu Sian</h3>
<p><strong>Liu Lu Sian</strong> pendekar sakti puteri ketua partai Beng-Kauw, <a title="Liu Gan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Gan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Gan</a>. Ia adalah istri jenderal <a title="Kam Si Ek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kam_Si_Ek">Kam Si Ek</a> dan ibu kandung Pendekar Suling Emas I, <a title="Kam Bu Song" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kam_Bu_Song">Kam Bu Song</a>. Semasa mudanya dia mempunyai julukan <strong>Tok-siauw Kwi (Setan Kecil Beracun)</strong>. Sifatnya sangat egois dan suka mempermainkan perasaan lawan jenis, mudah bosan, dan sangat berambisi terhadap kesaktian, meski di masanya dia adalah gadis yang diidolai banyak pria karena kecantikannya. Perempuan inilah yang sebenarnya mendapat tempat di hati <a title="Kwee Seng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kwee_Seng">Kwee Seng</a>. Dengan kesaktiannya dia pernah menyatroni beberapa perguruan dan mencuri banyak pusaka, termasuk di antaranya Sam-po-cin-keng (3 Kitab Pusaka) milik ayahnya sendiri, Pat-jiu Sin-ong <a title="Liu Gan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Gan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Gan</a>. Kesesatannya pudar saat dia hampir saja salah tangan membunuh putranya sendiri. (Kemunculan: SULING EMAS)</p>
<p><a id="Kam_Si_Ek" name="Kam_Si_Ek"></a><strong>Kam Si Ek</strong></p>
<p><strong>Kam Si Ek</strong> adalah seorang jenderal dari Shan-si yang tangguh, jenius, teguh hati dan anti kejahatan. Dia adalah awal dari kemunculan keluarga Kam. Di masa mudanya menikah dengan Tok-siauw-kwi <a title="Liu Lu Sian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Lu_Sian&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Lu Sian</a> dan berputra Pendekar Suling Emas <a title="Kam Bu Song" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kam_Bu_Song">Kam Bu Song</a>, lalu menikah lagi dengan <a title="Ciu Bwee Hwa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ciu_Bwee_Hwa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ciu Bwee Hwa</a> setelah ditinggalkan oleh istri pertamanya, dan mempunyai anak <a title="Kam Bu Sin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Bu_Sin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Bu Sin</a> serta <a title="Kam Sian Eng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Sian_Eng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Sian Eng</a>. Mengangkat anak <a title="Yalina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yalina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yalina</a>, tapi tidak pernah tahu bahwa anak angkatnya ini adalah putri mahkota kerajaan Khitan. Tidak setuju dengan langkah atasannya, dia mengundurkan diri. Meninggal bersama istri keduanya terbunuh oleh orang misterius. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)</p>
<p><a id="Ban-pi_Lo-cia" name="Ban-pi_Lo-cia"></a></p>
<h3>Ban-pi Lo-cia</h3>
<p><strong>Ban-pi Lo-cia</strong> <strong>(Dewa Lo-cia Berlengan Selaksa)</strong> merupakan salah satu datuk sesat sakti setelah era <a title="Bu Kek Sian Su" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bu_Kek_Sian_Su">Bu Kek Sian Su</a>. Meski tidak sesakti <a title="Bu Kek Sian Su" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bu_Kek_Sian_Su">Bu Kek Sian Su</a> ataupun <a title="Bu Tek Lojin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bu_Tek_Lojin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bu Tek Lojin</a>, tapi kehebatannya sejajar dengan 2 pendekar besar zaman itu, Pat-jiu Sin-ong <a title="Liu Gan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Gan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Gan</a> dan Kim-mo Taisu <a title="Kwee Seng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kwee_Seng">Kwee Seng</a>. Tidak tersebut secara implisit nama aslinya, mempunyai sebuah senjata sakti cambuk Lui-kong-pian (Cambuk Kilat) yang dibuat dari ekor ikan pari dan direndam dalam ramuan racun. Profil seorang antagonis yang cabul dan berangasan. Mempunyai 2 murid: Hek-giam-lo <a title="Bayisan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bayisan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bayisan</a>, dan <a title="Lauw Kiat (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lauw_Kiat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Lauw Kiat</a>. Tokoh ini seakan menjadi sisi mata uang lain bagi <a title="Kwee Seng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kwee_Seng">Kwee Seng</a>. Terbunuh oleh <a title="Kwee Seng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kwee_Seng">Kwee Seng</a> saat mengeroyok pendekar itu dengan beberapa tokoh sesat lainnya. (Kemunculan: SULING EMAS)</p>
<p><a id="Kam_Bu_Song" name="Kam_Bu_Song"></a><strong>Kam Bu Son</strong></p>
<p><strong>Kam Bu Song</strong> berjuluk <strong>Kim-siauw-eng (Pendekar Suling Emas)</strong>, merupakan murid tunggal <a title="Kwee Seng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kwee_Seng">Kwee Seng</a> dan secara langsung diwarisi ilmu sakti oleh <a title="Bu Kek Siansu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bu_Kek_Siansu">Bu Kek Siansu</a>. Dia adalah putra <a title="Liu Lu Sian (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Liu_Lu_Sian&amp;action=edit&amp;redlink=1">Liu Lu Sian</a> dan Jenderal <a title="Kam Si Ek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kam_Si_Ek">Kam Si Ek</a>, kakak beda ibu <a title="Kam Bu Sin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Bu_Sin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Bu Sin</a> dan <a title="Kam Sian Eng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Sian_Eng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Sian Eng</a>. Dia adalah leluhur dari Pendekar Suling Emas II <a title="Kam Hong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Hong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Hong</a>. Oleh gurunya dia digembleng dengan sastra maupun silat. Menikah dengan Lin Lin (<a title="Yalina (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yalina&amp;action=edit&amp;redlink=1">Yalina</a>) dan mempunyai seorang putri bernama <a title="Kam Kwi Lan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Kwi_Lan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Kwi Lan</a> (si <a title="Mutiara Hitam (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mutiara_Hitam&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mutiara Hitam</a>). Selain itu, dia juga mempunyai seorang putra bernama <a title="Kam Liong (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kam_Liong&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kam Liong</a> hasil hubungan cintanya yang gagal dengan <a title="Suma Ceng (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suma_Ceng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Suma Ceng</a>. Karakter ini adalah tokoh utama dalam episode <a title="Cinta Bernoda Darah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta_Bernoda_Darah">Cinta Bernoda Darah</a>. (Kemunculan: SULING EMAS, CINTA BERNODA DARAH)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=19&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/suling-emas-kho-ping-hoo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>anti malaysia???</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/anti-malaysia/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/anti-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 07:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/anti-malaysia/</guid>
		<description><![CDATA[Hanya ingin menampilkan sisi lain dari Malaysia&#8230;. Karena sudah terlalu banyak kita berteriak-teriak anti Malaysia dan sebagainya&#8230; Semoga postingan ini bisa sedikit membuat kita lebih &#8220;cool&#8221; dalam menyikapi pemberitaan di media tentang negara tetangga kita&#8230; Selamat membaca!! Tolong stop anti-malaysia! Jangan salah sangka dulu, saya sendiri orang indonesia. Saya malu sekaligus sedih dengan persengketaa orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=18&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Hanya ingin menampilkan sisi lain dari Malaysia&#8230;. Karena sudah terlalu banyak kita berteriak-teriak anti Malaysia dan sebagainya&#8230; Semoga postingan ini bisa sedikit membuat kita lebih &#8220;cool&#8221; dalam menyikapi pemberitaan di media tentang negara tetangga kita&#8230; Selamat membaca!!</div>
<p>Tolong stop anti-malaysia!</p>
<div style="text-align:justify;">Jangan salah sangka dulu, saya sendiri orang indonesia. Saya malu sekaligus sedih dengan persengketaa orang-orang indonesia terhadap yang pikirannya agak dangkal, tapi orang indonesia harus tau ini. Orang indonesia telah dikenal sebagai orang yang agresif dan brutal ketika telah berbicara di forum, sering mengeluarkan kata-kata kasar yang merusak nama baik bangsa indonesia sendiri. Maling, anjing, fuck atau apa pun.</div>
<p>Semuanya adalah kesalahpahaman. ..<span id="more-18"></span></p>
<div style="text-align:justify;">Tentang Pendet : COME ON! Jangan terlalu di bodoh2i media, Iklan itu dibuat discovery channel di singapura. Malaysia sama sekali tidak ikut campur dalam pembuatannya. TAPI MEDIA INDONESIA TERKESAN MENUTUP MATA atau mungkin memang udah tuli, masih saja terus2an bilang kalo itu iklan tourism malaysia. HELLO? yang seharusnya kita marah2i itu ya discovery channel. Jero Wacik juga sama pake nuntut permintaan maaf dari malaysia. SO IGNORANT! jangan lupa kalau tujuan media adalah mencari uang sebanyaknya! selagi beritanya hot mereka akan terus siarkan walaupun tidak benar!</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang Polisi Malaysia dan TKI : Baru2 ini keluar video penyiksaaan TKI, padahal video tsb telah dinyatakan tidak benar, orang yang disiksa adalah orang malaysia sendiri. Masyarakat malaysia memang tidak menyukai TKI apalagi yang illegal, namun mereka tetap menghormati masyarakat indonesia pada umumnya. Asal anda tau saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL DI MALAYSIA. Meraka berpakaian norak plus alay, dengan kebiasaan hidup yang ugal-ugalan. Tidak jarang mereka nyambi sbg PSK, penjual narkoba, MALING, RAMPOK, dan buat geng yang meresahkan. Sebagian besar penjara di malaysia dipenuhi TKI! maka jangan salahkan kalo mereka bertindak tegas thd TKI ( ingat walaupun tindakan mereka sudah keras dan tegas masih tetap saja ada 3 JUTA TKI ILLEGAL di Malaysia, apalagi kalo petugas malaysia bersikap lembek????</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang kekerasan Majikan thd TKI :tidak perlu dibesar2kan, karena ini seharusnya tidak menggangu hubungan kedua negara. COME ON HAL INI JUGA TERJADI DI INDONESIA SETIAP HARI atau mungkin tiap jam (tapi gak ke ekspose) kalo yg gak percaya silahkan nonton sinetron indonesia! ada banyak sinetron yang bertema ini menggambarkan hal tsb benar2 nyata di kehidupan kita</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang reog dan kuda lumping : ADA 1 JUTA KETURUNAN JAWA DI MALAYSIA di luar TKI. Sebagian besar tinggal di johor. Apa salah mereka mempraktekan kebudayaan mereka? ADA BUKTI KALO MALAYSIA MENGATAKAN BAHWA KEBUDAYAAN TSB BERASAL DARI NEGARA MEREKA? TIDAK ADA! lagi2 anda dibodohi MEDIA</div>
<div style="text-align:justify;">ARTI KLAIM SEBENARNYA : klaim bukan berarti bahwa budaya tsb BERASAL dari negara si pengklaim. Tapi menunjukan bahwa budaya yg di klaim telah menjadi budaya negara. Soal asal muasal budaya tsb tidak jadi soal!! UNESCO SENDIRI TELAH MENGATAKAN BAHWA 1 BUDAYA YANG SAMA DAPAT DI KLAIM OLEH LEBIH DARI 1 NEGARA. KARENA BUDAYA BUKAN MILIK NEGARA TAPI MILIK BANGSA. jadi tidak perlu marah kalo malaysia mengklaim rendang, sate atau kebudayaan melayu dan indonesia lainnya lainnya karena sebenarnya kita juga bisa melakukannya!</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang klaim budaya : ADALAH SALAH SATU HAL TERBODOH YANG PERNAH ADA. Hal ini benar2 menunjukan bahwa orang indonesia sangat dangkal pikirannya dan gampang di pengaruhi media! Orang di luar negeri sedang menertawakan keserakahan dan kebodohan kita!</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang batik dan wayang : Batik malaysia berasal dari trengganu dan motifnya sangat berbeda dari batik jawa. Wayang malaysia bukan berasal dari jawa tapi dari thailand. BTW thailand tidak pernah mempermasalahkan ini! Mereka lebih matang dalam berpikir!</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang rasa sayange : Lagu rasa sayang telah ada di malaysia sejak awal 1940an!! dan lagu ini telah menjadi lagu rakyat! lagipula rasa sayange adalah lagu anonim! tidak ada salahnya mereka memakai lagu itu! toh malaysia tidak mengklaim lagu tersebut! ADA BUKTI KALAU MALAYSAI MENGKLAIM? TIDAK ADA! lagi2 media membodohi anda!</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang sipadan dan ligitan : tanyakan saja kepada world court yang memenangkan malaysia! mereka mungkin sudah mengetahui kedangkalan kita!</div>
<div style="text-align:justify;">Tentang ambalat : Saya yakin orang yang duduk di kantor pemerintahan sana sudah cukup berpengalaman dan pintar ttg masalah sengketa! biarlah masalah ini diselesaikan kedua pimpinan negara.</div>
<p>Saya juga mau memberi tau sesuatu :</p>
<div style="text-align:justify;">Tau tempura? ya makanan Jepang. Tapi taukah anda tempura dibawa dan diperkenalkan oleh orang portugis? nama aslinya adalah tempora! tempura telah menjadi makanan jepang namun portugis tidak pernah mempersalahkannya! karena mereka tidak dangkal seperti kita! mereka tidak ada waktu untuk beteriak di jalan, berdemo spt orang gila, dan membakar bendera.</div>
<div style="text-align:justify;">Tau sepak takraw? sepak takraw berasal dari thailand! nama aslinya adalah tuck-rouw! tapi thailand tidak pernah mempermasalahkan malaysia yang memasukkan sepak takraw kedalam iklan promosi wisata!</div>
<div style="text-align:justify;">SO PLEASE INDONESIANS! PLEASE BE SMART, MATURE, dan SOPAN! tunjukan bahwa kita masyarakat beradap! jangan gampang di ombang ambing media!</div>
<div style="text-align:justify;">FYI ada ratusan ribu masyarakat keturunan bugis, banjar, minang dan palembang dan 1 juta keturunan jawa! semua diluar TKI lo! jadi sangat lumrah adanya share budaya!</div>
<p>FYI presiden malaysia saat ini adalah keturunan bugis!</p>
<div style="text-align:justify;">FYI, istilah &#8216;melayu&#8217; atau &#8216;malay&#8217; di malaysia mencakup semua suku yang austronesia (termasuk orang filipino,sumatera, dan jawa) yang beciri kulit sawo matang spt kita! jadi jangan aneh kalo reog di katakan menjadi salah satu kebudayaan melayu! jangan aneh juga kalo misalnya anda datang ke malaysia anda akan dianggap seorang malay (walaupun sebenarnya anda mungkin orang batak atw madura!)</div>
<div style="text-align:justify;">Pesan utk para nationalist yang idiot dan brutal : pelajari lagi kebudayaan ASEAN! carilah bukti-bukti bukan media! kalo jalan2 ke luar negeri jangan cuma nyari shopping atau disneyland aja dong, dateng juga ke cultural centre dan museum!</div>
<p>Perkaya wawasan anda!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=18&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2009/09/10/anti-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Nan Penuh Kenangan</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2009/07/31/nasehat-nan-penuh-kenangan/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2009/07/31/nasehat-nan-penuh-kenangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 07:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Al Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat yang mulia Al ‘Irbadh bin Sariyah radliallahu anhu, bahwa ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menasihatkan kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati-hati kami dan air mata pun berlinang karenanya. Maka ketika itu kami mengatakan: “Duhai Rasulullah, nasihat ini seperti nasihat orang yang mau mengucapkan selamat tinggal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=15&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-16" title="alfin03" src="http://reni72.files.wordpress.com/2009/07/alfin03.jpg?w=500&#038;h=375" alt="alfin03" width="500" height="375" /></p>
<p>Al Imam Abu Dawud meriwayatkan dari sahabat yang mulia Al ‘Irbadh bin Sariyah radliallahu anhu, bahwa ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menasihatkan kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati-hati kami dan air mata pun berlinang karenanya. Maka ketika itu kami mengatakan: “Duhai Rasulullah, nasihat ini seperti nasihat orang yang mau mengucapkan selamat tinggal, karena itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun bersabda:</p>
<p>“<em>Ku wasiatkan kepada kalian bertakwa kepada Allah, untuk mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian itu seorang budak. Dan barangsiapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Karena itu wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Pegang erat-erat sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hati kalian dari perkara-perkara baru, karena setiap perkara baru ( bid‘ah) itu sesat</em>.” (HR. Abu Dawud no. 3991)<span id="more-15"></span></p>
<p><strong>Penjelasan Hadits </strong></p>
<p>Al Hafidz Abu Nu‘aim berkata: “Hadits ini jayyid (bagus), termasuk hadits yang shahih dari periwayatan orang-orang Syam.” Beliau juga mengatakan: “Al Bukhari dan Muslim meninggalkan hadits ini (yakni tidak memuat dalam kitab shahih mereka) bukan karena mengingkarinya.”</p>
<p>Al Hakim menyatakan, Al Bukhari dan Muslim meninggalkan penyebutan hadits ini disebabkan anggapan yang keliru dari keduanya bahwa tidak ada seorang rawi pun yang meriwayatkan dari Khalid bin Ma‘dan kecuali Ats Tsaur bin Yazid, padahal sebenarnya ada perawi lain yang meriwayatkan dari Khalid seperti Buhair bin Sa‘ad, Muhammad bin Ibrahim At Taimi dan selain keduanya.</p>
<p>Namun pernyataan Al Hakim ini dijawab oleh Al Hafidz Ibnu Rajab: “<em>Sebenarnya hal ini tidaklah seperti persangkaan Al Hakim. Adapun Al Bukhari dan Muslim tidak mengambil hadits ini karena hadits ini tidak memenuhi syarat mereka berdua di dalam kitab shahihnya, di mana Al Bukhari dan Muslim sama sekali tidak mengeluarkan dalam shahihnya riwayat dari Abdurrrahman bin Amr As Sulami dan dari Hujr Al Kala`i. Dan juga dua orang rawi yang disebut ini tidaklah terkenal (masyhur) dalam keilmuan dan periwayatan hadits</em>.”</p>
<p>Adapun Abdurrahman As Sulami, salah seorang perawi dalam hadits ini, maka ia masturul hal (keadaannya tidak diketahui), walaupun telah meriwayatkan darinya jama‘ah (sekelompok orang) namun tidak ada seorang alim yang mu‘tabar (teranggap dan diakui keilmuannya) yang men-tsiqah-kannya (menganggapnya terpercaya). Ibnul Qaththan Al Fasi mendha’ifkan (melemahkan) hadits ini karena hal tersebut.</p>
<p>Demikian pula dengan Hujr bin Hujr Al Kala‘i, tidak ada yang meriwayatkan darinya kecuali Khalid bin Ma‘dan dan tidak ada seorang alim yang mu‘tabar yang men-tsiqah- kannya, sehingga ia dinyatakan majhulul ‘ain (rawi yang tidak dikenal). Berkata Ibnul Qaththan: “Orang ini tidak dikenal.” Namun sebagaimana kata Al Imam Al Hakim di atas, hadits ini diriwayatkan juga dari selain mereka berdua dan disebutkan jalan-jalannya yang saling menguatkan satu dengan lainnya oleh Al-Hafidz Ibnu Rajab dalam kitabnya Jami’ul ‘Ulum, maka hadits ini hasan. Penghasanan hadits ini dinyatakan oleh Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al Wadi‘i rahimahullah, walaupun ada sebagian ulama yang menshahihkannya, sehingga mereka bersepakat bahwa hadits ini bisa dijadikan sebagai hujjah (dalil atau argumen), kecuali Ibnul Qaththan Al Fasi yang mendha’ifkan hadits ini.</p>
<p>(As Sunnah Ibnu Abi Ashim, no. 27, Ash Shahihul Musnad, 2/71, Jami‘ul ‘Ulum wal Hikam, 2/110, Mizanul I’tidal, 2/207, Tahdzibut Tahdzib, 2/188, 6/215).</p>
<p><strong>Kandungan Hadits </strong></p>
<p>Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi-Nya :</p>
<p>“<em>Berilah nasihat kepada mereka dan katakanlah kepada mereka ucapan yang bisa dipahami, mengena dan menancap di jiwa-jiwa mereka</em>.” (An Nisa’: 63)</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memiliki sifat selalu memberikan bimbingan kepada jalan yang lurus terhadap siapa saja dari kalangan umatnya, sehingga ketika para sahabatnya meminta agar beliau memberikan nasihat maka beliau pun memenuhinya diiringi dengan hikmah.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika menyampaikan nasihat senantiasa memilih kata-kata yang tepat, lafadz yang indah, mengena di hati dan menancap dengan dalam. Beliau tidak menyampaikan nasihat dengan kalimat yang panjang lagi bertele-tele, namun cukup dengan kalimat yang ringkas namun mencakup dan dimengerti. Karena itulah beliau dikenal oleh para sahabatnya sebagai orang yang memiliki jawami`ul kalim (perkataan yang ringkas namun padat). Sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:</p>
<p>“<em>Aku diutus dengan jawami‘ul kalim</em>.” (HR. Al Bukhari no. 2977 dan Muslim no. 523)</p>
<p>‘Ammar bin Yasir radliallahu anhu pernah menyampaikan khutbah dengan ringkas dan dipenuhi dengan kata-kata yang tepat, ibarat yang indah dan menancap di hati. Seusai khutbah, ada seseorang yang menegurnya. Maka ‘Ammar pun menanggapi dengan jawaban yang tepat: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<p>“<em>Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan ringkasnya khutbahnya merupakan tanda kefaqihannya. Karena itu panjangkanlah shalat dan ringkaskanlah khutbah. Sesungguhnya di antara penyampaian dan ucapan ada yang membuat orang tersihir</em>.” (HR. Muslim no. 869)</p>
<p>Nasihat yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika itu sangatlah menancap di hati para sahabatnya hingga hati mereka bergetar dan air mata mereka pun berlinang karenanya. Inilah sifat kaum mukminin tatkala mendengar nasihat dari Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p>“<em>Hanyalah yang dikatakan orang-orang beriman itu adalah mereka yang ketika disebut nama Allah bergetar hati-hati mereka</em>.” (Al Anfal: 2)</p>
<p>“<em>Dan apabila mereka mendengar apa yang diturunkan kepada Rasul, engkau akan melihat mereka berlinangan air mata karena apa yang mereka ketahui dari kebenaran</em>.” (Al Maidah: 83)</p>
<p>Demikianlah nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang seolah-olah beliau akan pergi meninggalkan mereka dengan memberikan nasihat perpisahan. Sebagaimana yang telah diketahui, orang yang akan pergi jauh tidak akan meninggalkan sesuatu yang penting kecuali disampaikan dan dipesankannya. (Tuhfatul Ahwadzi, 7/366, ‘Aunul Ma`bud, 12/234).</p>
<p>Setelah mendengar nasihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, para sahabat pun khawatir mereka tidak akan bertemu lagi dengan Rasulullah setelahnya, sehingga untuk menyempurnakan nasihat yang ada, mereka meminta wasiat beliau, seraya berkata: “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini nasihat orang yang akan berpisah, karena itu berilah wasiat kepada kami.” Beliau pun memberikan wasiat, di antaranya:</p>
<p><strong>Wasiat untuk Takwa kepada Allah </strong></p>
<p>Berkata ahlul ilmi, takwa merupakan pokok kebaikan dan inti dari segala perkara. Seluruh seruan kepada pintu kebaikan maupun larangan kepada kejelekan terkumpul dalam kalimat takwa ini.</p>
<p>Takwa ini pula merupakan wasiat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada orang-orang terdahulu maupun yang belakangan, sebagaimana dalam firman-Nya:</p>
<p>“Sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberikan Al Kitab sebelummu dan juga kepada kalian agar bertakwa kepada Allah.” (An Nisa: 131)</p>
<p>Kita diperintah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk berbekal dengannya sebagaimana firman-Nya:</p>
<p>“<em>Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal</em>..” (Al Baqarah: 197)</p>
<p>Oleh karena itu terkumpul dalam takwa ini kebaikan dunia dan akhirat.</p>
<p><strong>Wasiat untuk Mendengar dan Taat </strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan mendengar dan taat oleh beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di sini adalah kepada para pemimpin kaum muslimin, karena taat kepada mereka akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Dimana dengan mentaati mereka akan baiklah kehidupan orang-orang yang dipimpin (rakyat) dan menjadi amanlah negeri, di samping juga dapat membantu menegakkan agama mereka.</p>
<p>Hal ini merupakan kewajiban agama karena Allah telah berfirman:</p>
<p>“<em>Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasulullah dan kepada pemimpin di antara kalian</em>.” (An Nisa’: 59)</p>
<p>Kewajiban mendengar dan taat ini tetap berlaku bahkan ketika yang menjadi pemimpin itu seorang budak sekalipun. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berpesan: <em>“Tetaplah kalian mendengar dan taat sekalipun yang memimpin kalian itu seorang budak Habasyah (Ethopia) yang rambutnya seperti kismis</em>.” (HR. Al Bukhari dari Anas bin Malik no. 7142 dan Muslim dari Abu Dzarr no. 648)</p>
<p>Al Imam Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah menyatakan bahwa sebagian ulama berkata: “<em>Seorang budak tidak bisa menjadi pemimpin, akan tetapi penyebutan pemimpin dari kalangan budak dalam hadits ini hanyalah sekedar permisalan walaupun tidak mungkin terjadi, sama halnya dengan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Siapa yang membangun masjid untuk Allah walaupun besarnya hanya seperti sarang burung maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” Dan telah diketahui bahwa ukuran sarang burung tidak mungkin dapat digunakan oleh manusia sebagai masjid, akan tetapi di sini hanya didatangkan sebagai permisalan.” </em></p>
<p><em>Dimungkinkan pula di sini Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ingin mengabarkan rusaknya perkara apabila diserahkan urusan kepada selain ahlinya, sampai akhirnya kepemimpinan diserahkan kepada seorang budak (yang dia bukan ahlinya). Sehingga andaikan permisalan yang disebutkan itu terjadi, tetaplah kalian mendengar dan taat (dalam rangka menolak kemudharatan yang lebih besar walaupun) terpaksa menempuh kemudharatan yang lebih ringan di antara dua kemudharatan yang ada, dengan bersabar atas kepemimpinan seseorang yang sebenarnya tidak boleh menjadi pemimpin. Yang mana apabila membangkang kepadanya akan mengantarkan kepada fitnah yang besar</em>.” (Syarhul Arba’in An Nawawiyyah, hal. 75)</p>
<p>Tentunya ketaatan kepada pemimpin itu sebatas dalam perkara yang ma‘ruf (kebaikan), tanpa melanggar hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Ketaatan itu hanyalah dalam perkara kebaikan.” (HR. Al Bukhari no. 4340 dan Muslim no. 1840)</p>
<p><strong>Wasiat untuk Berpegang Teguh dengan Sunnah </strong></p>
<p>Nabi Shallallahu alaihi wasallam mengatakan: “Siapa di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Karena itu wajib atas kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnahnya Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. Gigit/pegang erat-erat sunnah itu dengan gigi geraham kalian.”</p>
<p>Ini merupakan salah satu tanda di antara tanda-tanda kenabian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, di mana beliau mengabarkan kepada para sahabatnya tentang perkara yang akan datang sepeninggalnya, yakni akan terjadi perselisihan yang banyak di kalangan umat beliau. Hal ini sesuai dengan pengabaran beliau bahwasanya umat ini akan berpecah belah menjadi 70 lebih golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu yang selamat yaitu mereka yang berpegang dengan apa yang dipegangi oleh Rasulullah dan para sahabatnya. (Shahih Sunan At Tirmidzi, no.2129)</p>
<p>Karena itulah, sebagai bahtera penyelamat dari gelombang perselisihan dan perpecahan ini adalah berpegang teguh dengan sunnah beliau dan para Al Khulafa’ Ar Rasyidin. Saking kuatnya keharusan berpegang tersebut hingga diibaratkan seperti menggigit dengan geraham (Jami’ul ‘Ulum, 2/126). Ditambahkan oleh Syaikhul Islam bahwa dikhususkannya penyebutan geraham dalam hadits ini karena gigitan gigi geraham ini sangat kokoh. (Majmu` Fatawa, 22/225).</p>
<p>Kata Al Imam As Sindi: “<em>Hal ini menunjukkan keharusan untuk bersabar terhadap kepayahan yang menimpanya di jalan Allah, sebagaimana yang harus dihadapi orang yang sakit terhadap derita yang menimpanya dari sakitnya</em>.” (Syarah Ibnu Majah, Al Imam As Sindi).</p>
<p>Adapun sunnah yang dimaksudkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini adalah jalan hidup beliau yang lurus dan jelas. (Syarhul Arba’in, hal. 75).</p>
<p>Selain mengikuti Sunnah beliau, diperintahkan pula setelahnya untuk memegangi sunnahnya Al Khulafa’ Ar Rasyidin dan mereka yang dimaksud di sini adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radliyallahu ‘anhum, kata Ibnu Daqiqil `Ied. Para khalifah ini disifatkan dengan (Ar Rasyidin) karena mereka mengetahui, mengenali kebenaran dan memutuskan dengannya. Mereka adalah (Al Mahdiyyin) karena Allah telah memberi petunjuk mereka kepada kebenaran dan tidak menyesatkan mereka dari kebenaran tersebut. (Syarhul Arba’in, hal. 75, Jami`ul ‘Ulum, 1/127)</p>
<p>Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menggandengkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan Sunnah beliau karena para khalifah ini tatkala menetapkan sunnah bisa jadi mengikuti Sunnah Nabi itu sendiri, dan bisa pula mereka mengikuti apa yang mereka pahami dari Sunnah Nabi secara global dan rinci, yang mana perkara tersebut tersembunyi bagi yang lainnya. (Al I’tisham, 1/118)</p>
<p>Al Imam Asy Syaukani dalam Al Fathur Rabbani mengatakan: “<em>Sunnah adalah jalan yang ditempuh, sehingga seakan-akan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ‘Tempuhlah jalanku dan jalannya Al Khulafa’ Ar Rasyidin’. Jalannya Al Khulafa’ Ar Rasyidin di sini sama dengan jalannya Rasulullah karena mereka merupakan orang yang paling bersemangat dalam berpegang dengan Sunnah beliau dan mengamalkannya dalam segala perkara. Bagaimana pun keadaannya, mereka sangatlah berhati-hati dan menjaga diri agar tidak sampai jatuh ke dalam perkara yang menyelisihi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sekalipun dalam perkara yang terbilang kecil, terlebih lagi dalam perkara yang besar</em>.”</p>
<p>Beliau kemudian melanjutkan: “Minimal dari faidah hadits ini adalah ra`yu (pendapat) yang bersumber dari mereka adalah lebih utama dari pendapat orang selain mereka, sekalipun ternyata setelah ditinjau kembali hal itu merupakan Sunnah Rasulullah, dan juga lebih baik daripada tidak ada dalil.” (Dinukil dari Tuhfatul Ahwadzi, 7/367)</p>
<p><strong>Wasiat untuk Berhati-hati dari Bid‘ah </strong></p>
<p>Ucapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:“<em>Hati-hati kalian dari perkara-perkara baru”, merupakan peringatan kepada umat beliau dari perkara baru yang diada-adakan lalu disandarkan kepada agama sementara perkara tersebut tidak ada asalnya sama sekali di dalam syariat ini. Dan beliau tekankan lagi peringatan beliau ini dengan sabdanya: “ karena setiap bid`ah itu sesat</em>”.</p>
<p>Adapun ucapan para ulama yang menganggap baik sebagian bid‘ah maka kembalinya hal tersebut kepada pengertian bid‘ah secara bahasa bukan bid‘ah menurut syariat. Seperti perkataan Umar radliallahu anhu ketika melihat kaum muslimin shalat tarawih berjamaah dipimpin seorang imam, ia berucap: “<em>Sebaik-baik bid‘ah adalah perbuatan ini</em>.”</p>
<p>Shalat tarawih berjamaah ini bukanlah bid‘ah dalam pengertian syar‘i karena perbuatan ini telah ada asalnya dalam syariat, di mana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah melakukannya bersama para sahabat selama beberapa malam dari malam-malam Ramadhan. Adapun Umar hanya menghidupkannya kembali setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak melanjutkan pelaksanaannya karena khawatir perkara tersebut akan diwajibkan kepada umat beliau, sementara mungkin ada di antara mereka yang tidak mampu melaksanakannya.</p>
<p>Wallahu ta‘ala a‘lam bish shawaab</p>
<p>Dikutip dari http://www.asysyariah.com, Penulis : Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsary , Judul asli: Nasehat Nan Penuh Kenangan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=15&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2009/07/31/nasehat-nan-penuh-kenangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://reni72.files.wordpress.com/2009/07/alfin03.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alfin03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Jodoh tak Kunjung Tiba !</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2009/07/31/bila-jodoh-tak-kunjung-tiba/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2009/07/31/bila-jodoh-tak-kunjung-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 07:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Siang datang bukan untuk mengejar malam, malam tiba bukan untuk mengejar siang. Siang dan malam datang silih berganti dan takkan pernah kembali lagi. Menanti adalah hal yang paling membosankan, apalagi jika menanti sesuatu yang tidak pasti. Sementara waktu berjalan terus dan usia semakin bertambah, namun satu pertanyaan yang selalu mengganggu “Kapan aku menikah ??“. Resah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=13&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang datang bukan untuk mengejar malam, malam tiba bukan untuk mengejar siang. Siang dan malam datang silih berganti dan takkan pernah kembali lagi. Menanti adalah hal yang paling membosankan, apalagi jika menanti sesuatu yang tidak pasti. Sementara waktu berjalan terus dan usia semakin bertambah, namun satu pertanyaan yang selalu mengganggu <em>“<strong>Kapan aku menikah ??</strong></em>“. <span id="more-13"></span></p>
<p>Resah dan gelisah kian menghantui hari-harinya. Manakala usia telah melewati kepala tiga, sementara jodoh tak kunjung datang. Apalagi jika melihat disekitarnya, semua teman-teman seusianya, bahkan yang lebih mudah darinya telah naik ke pelaminan atau sudah memiliki keturunan. Baginya, ini suatu kenyataan yang menyakitkan sekaligus membingungkan. Menyakitkan tatkala masyarakat memberinya gelar sebagai “<em>bujang lapuk</em>” atau”<em>perawan tua</em>” , “tidak laku”.Membingungkan tatkala tidak ada yang mau peduli dan ambil pusing dengan masalah yang tengah dihadapinya.</p>
<p>Apalagi anggapan yang berkembang di kalangan wanita, bahwa semakin tua usia akan semakin sulit mendapatkan jodoh. Sehingga menambah keresahan dan mengikis rasa percaya diri. Sebagian wanita yang masih sendiri terkadang memilih mengurung diri dan hari-harinya dihabiskan dengan berandai-andai.</p>
<p>Ini adalah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri sebab hal ini bisa saja terjadi pada saudari kita, keponakan, sepupu atau keluarga kita. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini, tingginya batas mahar dan uang nikah yang ditetapkan. Hal ini banyak terjadi dinegeri kita -khususnya di daerah sulawesi-. Telah banyak kisah para pemuda yang sudah ingin sekali menikah, mundur dari lamarannya hanya karena tidak mampu menghadapi mahar yang ditetapkan. Setan pun mendapatkan celah untuk menggelincirkan anak-anak Adam sehingga melakukan perkara-perkara terlarang mulai dari kawin lari sampai pada perbuatan-perbuatan yang hina (zina), bahkan sampai menghamili sebagai solusi dari semua ini. Padahal agama yang mulia ini telah menjelaskan bahwa jangankan zina, mendekati saja diharamkan,</p>
<p>“<em>Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk</em>.”. (QS. Al-Israa’:32 )</p>
<p>Al-Allamah Muhammad bin Ali Asy-Syaukaniy-rahimahullah- berkata, “Di dalam larangan dari mendekati zina dengan cara melakukan pengantar-pengantarnya terdapat larangan dari zina –secara utama-, karena sarana menuju sesuatu, jika ia haram, maka tujuan tentunya haram menurut konteks hadits”.[Lihat Fathul Qodir (3/319)]</p>
<p>Pembaca yang budiman, sesungguhnya islam adalah agama yang mudah; Allah I telah anugerahkan kepada manusia sebagai rahmat bagi mereka. Hal ini nampak jelas dari syari’at-syari’at dan aturan yang ada di dalamnya, dipenuhi dengan rahmat, kemurahan dan kemudahan. Allah I telah menegaskan di dalam kitab-Nya yang mulia,</p>
<p>“<em>Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran Ini kepadamu agar kamu menjadi susah; Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)</em>“. (QS.Thohaa :1-3)</p>
<p>Allah I berfirman</p>
<p>“<em>Allah tidak menghendaki menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur</em>.”(QS. : Al-Maidah: 6)</p>
<p>Namun sangat disayangkan kalau kemudahan ini, justru ditinggalkan. Malah mencari-cari sesuatu yang sukar dan susah sehingga memberikan dampak negatif dalam menghalangi kebanyakan orang untuk menikah, baik dari kalangan lelaki, maupun para wanita, dengan meninggikan harga uang pernikahan dan maharnya yang tak mampu dijangkau oleh orang yang datang melamar. Akhirnya seorang pria membujang selama bertahun-tahun lamanya, sebelum ia mendapatkan mahar yang dibebankan. Sehingga banyak menimbulkan berbagai macam kerusakan dan kejelekan, seperti menempuh jalan berpacaran. Padahal pacaran itu haram, karena ia adalah sarana menuju zina. Bahkan ada yang menempuh jalan yang lebih berbahaya, yaitu jalan zina !!</p>
<p>Di sisi yang lain, hal tersebut akan menjadikan pihak keluarga wanita menjadi kelompok materealistis dengan melihat sedikit banyaknya mahar atau uang nikah yang diberikan. Apabila maharnya melimpah ruah, maka merekapun menikahkannya dan mereka tidak melihat kepada akibatnya; orangnya jelek atau tidak yang penting mahar banyak !! Jika maharnya sedikit, merekapun menolak pernikahan, walaupun yang datang adalah seorang pria yang diridhoi agamanyadan akhlaknya serta memiliki kemampuan menghidupi istri dan anak-anaknya kelak. Padahal Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-telah mamperingatkan,</p>
<p><strong>إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِيْنَهُ فَزَوِّجُوْهُ . إِلَّا تَفْعَلُوْا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِيْ الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ</strong></p>
<p>“<em>Jika datang seorang lelaki yang melamar anak gadismu, yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah (musibah) dan kerusakan yang merata dimuka bumi</em> “[HR.At-Tirmidziy dalam Kitab An-Nikah(1084 &amp; 1085), dan Ibnu Majah dalam Kitab An-Nikah(1967). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (1022)]</p>
<p>Jadi, yang terpenting dalam agama kita adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan sekedar kekayaan dan kemewahan. Sebuah rumah yang berhiaskan ketaqwaan dan kesholehan dari sepasang suami istri adalah modal surgawi, yang akan melahirkan kebahagian, kedamaian, kemuliaan, dan ketentraman. Namun sangat disayangkan sekali, realita yang terjadi di masyarakat kita, jauh dari apa yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hanya karena perasaan “malu” dan “gengsi” hingga rela mengorbankan ketaatan kepada Allah; tidak merasa cukup dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan dalam syari’at-Nya. Mereka melonjakkan biaya nikah, dan mahar yang tidak dianjurkan di dalam agama yang mudah ini. Akhirnya pernikahan seakan menjadi komoditi yang mahal, sehingga menjadi penghalang bagi para pemuda untuk menyambut seruan Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-</p>
<p><strong>يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ</strong></p>
<p>“<em>Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya</em>“. [HR. Al-Bukhoriy (4778), dan Muslim (1400), Abu Dawud (2046), An-Nasa’iy (2246)]</p>
<p>Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- telah menganjurkan umatnya untuk mempermudah dan jangan mempersulit dalam menerima lamaran dengan sabdanya,</p>
<p><strong>مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ تَسْهِيْلُ أَمْرِهَا وَقِلَّةُ صَدَاقِهَا </strong></p>
<p>“<em>Diantara berkahnya seorang wanita, memudahkan urusan (nikah)nya, dan sedikit maharnya</em>“. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (24651), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (2739), Al-Baihaqiy dalam Al-Kubro (14135), Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (4095), Al-Bazzar dalam Al-Musnad (3/158), Ath-Thobroniy dalam Ash-Shoghir (469). Di-hasan-kan Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (2231)]</p>
<p>Oleh karena itu, pernah seseorang datang kepada Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- seraya berkata,”Sesungguhnya aku telah menikahi seorang wanita.” Beliau bersabda, “Engkau menikahinya dengan mahar berapa?” orang ini berkata:”empat awaq (yaitu seratus enam puluh dirham)”. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:</p>
<p><strong>عَلَى أَرْبَعِ أَوَاقٍ ؟ كَأَنَّمَا تَنْحِتُوْنَ الْفِضَّةَ مِنْ عَرْضِ هَذَا الْجَبَلِ مَا عِنْدَنَا مَا نُعْطِيْكَ وَلَكِنْ عَسَى أَنْ نَبْعَثَكَ فِيْ بَعْثٍ تُصِيْبُ مِنْهُ </strong></p>
<p>“<em>Dengan empat awaq (160 dirham)? Seakan-akan engkau telah menggali perak dari sebagian gunung ini. Tidak ada pada kami sesuatu yang bisa kami berikan kepadamu. Tapi mudah-mudahan kami dapat mengutusmu dalam suatu utusan (penarik zakat) ; engkau bisa mendapatkan (empat awaq tersebut)</em>“. [HR, Muslim(1424)].</p>
<p>Al-Imam Abu Zakariyya Yahya bin Syarof An-Nawawiy-rahimahullah- berkata tentang sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang kami huruf tebalkan, “<em>Makna ucapan ini, dibencinya memperbanyak mahar hubungannya dengan kondisi calon suami</em>“.[Lihat Syarh Shohih Muslim (6/214)]</p>
<p>Perkara meninggikan mahar, dan mempersulit pemuda yang mau menikah, ini telah diingkari oleh Umar -radhiyallahu ‘anhu-. Umar -radhiyallahu ‘anhu- berkata,</p>
<p><strong>أَلَا لَا تَغَالُوْا بِصُدُقِ النِّسَاءِ فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ مَكْرَمَةً فِيْ الدُّنْيَا أَوْ تَقْوًى عِنْدَ اللهِ لَكَانَ أَوْلَاكُمْ بِهَا النََّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَصْدَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِمْرَأَةً مِنْ نِسَائِهِ وَلَا أُصْدِقَتْ اِمْرَأَةٌ مِنْ بَنَاتِهِ أَكْثَرَ مِنْ ثِنْتَيْ عَشَرَ أُوْقِيَةٌ</strong></p>
<p>“<em>Ingatlah, jangan kalian berlebih-lebihan dalam memberikan mahar kepada wanita karena sesungguhnya jika hal itu adalah suatu kemuliaan di dunia dan ketaqwaan di akhirat, maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang palimg berhak dari kalian. Tidak pernah Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memberikan mahar kepada seorang wanitapun dari istri-istri beliau dan tidak pula diberi mahar seorang wanitapun dari putri-putri beliau lebih dari dua belas uqiyah (satu uqiyah sama dengan 40 dirham)</em>” .[HR.Abu Dawud (2106), At-Tirmidzi(1114),Ibnu Majah(1887), Ahmad(I/40&amp;48/no.285&amp;340). Di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (3204)]</p>
<p>Pembaca yang budiman, pernikahan memang memerlukan materi, namun itu bukanlah segala-galanya, karena agungnya pernikahan tidak bisa dibandingkan dengan materi. Janganlah hanya karena materi, menjadi penghalang bagi saudara kita untuk meraih kebaikan dengan menikah. Yang jelas ia adalah seorang calon suami yang taat beragama, dan mampu menghidupi keluarganyanya kelak. Sebab pernikahan bertujuan menyelamatkan manusia dari perilaku yang keji (zina), dan mengembangkan keturunan yang menegakkan tauhid di atas muka bumi ini.</p>
<p>Oleh karena itu, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- perkah bersabda,</p>
<p><strong>ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُ الْغَازِيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الْأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِيْ يُرِيْدُ التَّعَفُّفَ </strong></p>
<p>“<em>Ada tiga orang yang wajib bagi Allah untuk menolongnya: Orang yang berperang di jalan Allah, budak yang ingin membebaskan dirinya, dan orang menikah yang ingin menjaga kesucian diri”.</em> [HR. At-Tirmidziy (1655), An-Nasa’iy (3120 &amp; 1655), Ibnu Majah (2518). Di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (3089)]</p>
<p>Orang tua yang bijaksana tidak akan tentram hatinya sebelum ia menikahkan anaknya yang telah cukup usia. Karena itu adalah tanggung-jawab orang tua demi menyelamatkan masa depan anaknya. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran orang tua semua untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan. Ingatlah sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-</p>
<p><strong>إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ </strong></p>
<p>“<em>Agama adalah mudah dan tidak seorangpun yang mempersulit dalam agama ini, kecuali ia akan terkalahkan</em>“. [HR. Al-Bukhary (39), dan An-Nasa’iy(5034)]</p>
<p>Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memerintahkan umatnya untuk menerapkan prinsip islam yang mulia ini dalam kehidupan mereka sebagaimana dalam sabda Beliau,</p>
<p><strong>يَسِّرُوْا وَلَا تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلَا تُنَفِّرُوْا</strong></p>
<p>“<em>permudahlah dan jangan kalian mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari</em>“. [HR.Al-Bukhary(69&amp; 6125), dan Muslim(1734)]</p>
<p>Syaikh Al-Utsaimin-rahimahullah- berkata, “Kalau sekiranya manusia mencukupkan dengan mahar yang kecil, mereka saling tolong menolong dalam hal mahar(yakni tidak mempersulit) dan masing-masing orang melaksanakan masalah ini, niscaya masyarakat akan mendapatkan kebaikan yang banyak, kemudahan yang lapang, serta penjagaan yang besar, baik kaum lelaki maupun wanitanya”.[Lihat Az-Zawaaj]</p>
<p>Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 54 Tahun  I. dikutip dari http://almakassari.com, Judul asli : Jeritan Anak Muda</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=13&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2009/07/31/bila-jodoh-tak-kunjung-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resiko</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2009/04/23/resiko/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2009/04/23/resiko/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:35:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kapal akan aman bila berada di pelabuhan, tetapi kapal tidak diciptakan untuk itu.” &#8212; Grace Murray Hopper, ahli matematika, penemu teknologi komputer, 1906-1992 MEJA itu terisi oleh empat orang dengan empat cangkir kopi panas. Farid mengundang kawan-kawan dekatnya untuk minum kopi di sebuah kedai kopi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sambil sesekali menghirup kopi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=11&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kapal akan aman bila berada di pelabuhan, tetapi kapal tidak diciptakan untuk itu.” &#8212; Grace Murray Hopper, ahli matematika, penemu teknologi komputer, 1906-1992</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">MEJA itu terisi oleh empat orang dengan empat cangkir kopi panas. Farid mengundang kawan-kawan dekatnya untuk minum kopi di sebuah kedai kopi di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sambil sesekali menghirup kopi panas dihadapannya, Farid bercerita bahwa dirinya seminggu yang lalu baru saja terkena PHK. PHK, yang kata para pengamat ekonomi, akibat dampak krisis global yang terjadi saat ini. Untungnya, seperti kata Farid, ia masih diberi uang pesangon oleh perusahaannya. Dalam curhatnya, ia mengatakan akan mencoba melakukan usaha dari uang pesangon yang diterimanya. <span id="more-11"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Tapi ada satu hal yang membuat Farid bimbang. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="PT-BR">Ia tak siap mengambil risiko kehilangan semua modal pesangonnya bila ternyata usahanya merugi. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Risiko? Betul. Satu kata yang kelihatannya menjadi momok bagi sebagian orang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Bicara mengenai risiko, seperti kata William J. Bernstein dalam bukunya ‘The Four Pillars of Investing&#8217;, “Risk, like pornography, is difficult to define, but we think we know it when we see it.” Risiko, seperti pornograpi, sukar untuk didefinisikan, tapi kita akan mengetahuinya bila kita telah melihatnya. Begitu pula risiko, kita akan mengetahui dan merasakannya bila kita telah menjalaninya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Seperti Farid, banyak orang memang merasa tak nyaman dalam mengambil risiko. Takut mengambil risiko justeru dapat mengakibatkan batu sandungan. Hal itu malah menghambat mereka untuk dapat berkembang lebih baik dalam menjalani hidup, usaha, atau karir mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="PT-BR">Sebaliknya, bila berani mengambil risiko, artinya kita telah berani menjalani kehidupan itu sendiri. Juga menunjukkan bahwa kita yakin akan mendapatkan suatu pelajaran berharga dari setiap risiko yang diambil. Tentu saja bukan berarti melangkah tanpa perhitungan yang matang. Satu rahasia orang-orang yang telah sukses, seperti yang mereka ungkapkan, adalah bahwa mereka sering mengambil risiko dalam bertindak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Lantas, mengapa sebagian orang enggan untuk mengambil risiko? Jawabannya sederhana. Mereka takut gagal, berpikir tak dapat melakukannya, atau merasa belum mahir dan berbakat. Keberanian mengambil risiko, sesungguhnya lebih menunjukkan kepada karakter dan mental seseorang. Bukan pada besar kecilnya risiko yang dihadapi. Kualitas seseorang tidak ditentukan dari peristiwa yang datang menghampirinya, tapi dari respon yang ia berikan dari peristiwanya itu sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="PT-BR">Kunci utama dalam mengatasi ketakutan dalam mengambil risiko ialah percaya diri dan selalu berpikir positif. Dengan percaya diri, hal itu akan menambah energi yang ada dalam diri kita sebelum benar-benar bertindak. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dan dengan berpikir positif, akan membuat langkah kita menjadi ringan dalam bertindak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Yakinlah, bahwa ketika kita telah memutuskan untuk mengambil risiko, akan ada jalan yang terbuka bagi kita nantinya. Jangan takut bila gagal. Karena ada setiap pelajaran yang dapat dipetik, entah gagal ataupun sukses, terhadap risiko yang kita ambil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Orang yang telah berhasil mencapai sesuatu, seringkali tidak menyangka sebelumnya kalau sebenarnya ia mampu melakukannya. Padahal asal ada keinginan yang kuat, mereka dapat melakukan sesuatu, yang katakanlah, bahkan di luar perhitungan mereka sendiri sebelumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="PT-BR">Jadi, bila ada tantangan menghampiri kita, sambutlah dengan semangat dan antusias yang tinggi. Bila ada peluang yang dapat mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, jangan takut untuk mengambil risiko. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Diana Ackerman, penulis kondang asal Amerika mengatakan, “I don&#8217;t want to get to the end of my life and find that I lived just the length of it. I want to have lived the width of it as well.” Atau dengan kata lain, &#8220;Saya tak ingin di akhir hidup saya dan menyadari bahwa saya hanya menjalani panjangnya saja. Saya pun ingin menjalani lebarnya.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Ackerman benar. Luasnya kehidupan merupakan panjang kali lebar kehidupan itu sendiri. Kadang kita tidak menyadari, bahwa ketika kita menjalani kehidupan saat ini, kita telah mengambil risiko-risiko di dalamnya. Ya, apapun kehidupan yang terjadi. Yang sebenarnya tak hanya terkait masalah ’survival’ ekonomi semata. Ada risiko politik, manajemen, inovasi, dan risiko-risiko lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sebuah kapal memang akan terlihat besar, indah, dan gagah ketika berada di pelabuhan. Tetapi kapal diciptakan tidak untuk berada di pelabuhan. Sebuah kapal akan bermakna dan memiliki nilai, ketika ia berada di tengah samudra luas, dalam mengarungi lautan, menghadapi terjangan ombak, dan melewati rintangan badai. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;" lang="PT-BR">Ketika sang kapal telah mencapai tujuan, ia telah menjalankan satu tugasnya dengan baik. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Perjalanan berikut telah menantinya. Begitu seterusnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sama halnya dengan sebuah kapal. Bila Anda tak mau menerima tantangan dan mengambil risiko, maka Anda tak akan merasakan dan menikmati getar kemenangan dan kesuksesan, kecuali getir kekalahan dan kepahitan hidup Anda. (151208)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sumber: Berani Mengambil Risiko oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=11&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2009/04/23/resiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Truk sampah</title>
		<link>http://reni72.wordpress.com/2009/04/23/truk-sampah/</link>
		<comments>http://reni72.wordpress.com/2009/04/23/truk-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>reni72</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://reni72.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut. Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &#38;mulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=8&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.<br />
Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya &amp;mulai menjerit ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum &amp; melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, &#8220;Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!&#8221; Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut &#8220;Hukum Truk Sampah&#8221;.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, &amp; seringkali mereka membuangnya kepada anda. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, berkati mereka, lalu lanjutkan hidup.</p>
<p>Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan &#8220;truk sampah&#8221; mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.</p>
<p>Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan, maka: Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar, berdoalah bagi yang tidak.<br />
Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.</p>
<p>Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.</p>
<p>Selamat menikmati hidup yang diberkati &amp; bebas dari &#8220;sampah&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/reni72.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/reni72.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=reni72.wordpress.com&amp;blog=3210200&amp;post=8&amp;subd=reni72&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://reni72.wordpress.com/2009/04/23/truk-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c3a4ec3a70b6a4611dd5f84f8657920?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">reni72</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
